thumbnail

On June 16, 2017 with No comments


Banjarnegara – Setelah tiga bulan hilang, nama Yoki Pratama Windyarto (21) tiba-tiba saja tercantum dalam daftar orang yang sedang dicari Kepolisian Filipina.
Warga asal Banjarnegara ini diduga merupakan anggota kelompok Maute yang ikut menyerang Kota Marawi, Filipina Selatan.
Ibu Kandung Yoki, Eni (50) membenarkan jika sejak bulan Februari 2017 kemarin mulai kehilangan jejak anaknya. Menurutnya, Yoki mulai menghilang semenjak diterima bekerja di PT GMF AeroAsia.
“Anak saya itu dulunya kuliah di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), setelah lulus dia keterima kerja di anak perusahaan PT Garuda Indonesia. Baru selama tiga bulan bekerja, ternyata dia menghilang dan enggak ada kabarnya,” tutur Eni kepada wartawan, Jumat (2/6/2017).
Begitu tahu anaknya hilang, Eni sempat melaporkan hal tersebut kepada polisi. Setelah tiga bulan melakukan pencarian, dia malah mendapat informasi dari media kalau Yoki menjadi buronan.
“Kami baru tahu setelah nonton di televisi kalau Mas Yoki dicari Kepolisian Filipina karena gabung dengan kelompok militan pro ISIS,” terang Eni kepada wartawan dengan terbata-bata.
Secara terpisah, Kapolsek Purwareja Klampok, AKP Hasan Suhaeri membenarkan kalau Yoki merupakan warganya.
“Salah satu DPO kepolisian Filipina yang bernama Yoki Pratama Windyarto memang warga asal Banjarnegara. Ini diketahui setelah orangtuanya melaporkan hilangnya Yoki ke Polsek Purwareja,” tutupnya.
Yoki Pratama Windyarto merupakan salah seorang dari tujuh warga negara Indonesia yang menjadi buron Kepolisian Filipina karena diduga terlibat dalam penyerangan Kota Marawi.
Pria kelahiran Banjarnegara, 17 September 1995, itu diketahui berangkat ke Filipina tanggal 4 Maret 2017 dengan paspor nomor B 5743781.
Scroll ke bawah untuk berita lainnya.
BACA SUMBER
thumbnail

On May 22, 2017 with No comments


Seorang perempuan asal India memotong alat kelamin pria yang mencoba memperkosanya di bagian selatan Kerala, India pada Sabtu lalu.
Perempuan berusia 32 tahun itu mengatakan menggunakan pisau dapur untuk melukai kelamin Hari Swami, pria berusia 54 tahun di rumah si perempuan dan orangtuanya. Hari Swami disebutkan selama ini dikenal sebagai guru agama. Perempuan tersebut mengatakan dia sudah beberapa kali mengalami pelecehan yang dilakukan Swami.

Sementara orangtua si perempuan mengaku tak menyadari hal tersebut. Mereka selama ini disebutkan terlalu percaya kepada Swami.

"Dia menggunakan pisau untuk membela diri dan memotong penis si pemerkosa," kata petugas Kepolisian G Sparjan Kumar sebagaimana dikutip dari telegraph.co.uk, Minggu 21 Mei 2017.

Polisi menyatakan bahwa mereka juga sudah menerima sejumlah laporan sebelumnya yang menuduh Swami sebagai pemerkosa dan pelaku pelecehan seksual terhadap anak.

"Si perempuan mengaku bahwa selama ini orangtuanya terlalu mempercayai Swami dan sering mengundangnya untuk memimpin sejumlah upacara agama di rumahnya," lanjut polisi.
Kondisi Swami kini membaik setelah mendapat pertolongan darurat. Sementara perempuan yang menjadi korbannya yang diketahui merupakan mahasiswa hukum itu, saat ini berada dalam terapi trauma akibat kekerasan seksual.

Kasus pemerkosaan memang menjadi hal pelik di India. Di wilayah yang sama yaitu Kerala sebelumnya dua biarawan Hindu dan seorang pendeta agama diperkarakan karena disebut menutup-nutupi kelahiran seorang bayi yang disebutkan hasil pemerkosaan dari seorang pendeta Hindu lainnya.
Sumber : viva
thumbnail

On May 21, 2017 with No comments


Melati (16), korban kekerasan seksual rela datang ke Mapolres Lembata dalam keadaan setengah telanjang.
Korban yang baru saja lulus dari SMP Negeri I
Lewoleba, Nusa Tenggara Timur itu datang ke kantor polisi hanya mengenakan baju tanpa celana.
Hal itu diungkapkan Melati saat ditemui Pos Kupang di Mapolres Lembata, Kamis (18/5/2017).
Saat itu, Melati sedang beristirahat setelah memberikan keterangan kepada penyidik, tentang kasus yang menimpanya.
Korban didampingi ayah dan ibundanya, serta Titin, temannya.
Melati menuturkan, pada Selasa (16/5/2017), dirinya bersama Titin sempat pesiar dengan sepeda motor yang dikendarai Jakson.
Setelah mengantar Titin, dirinya lantas dibawa Jakson ke arah Ile Ape.
Saat itu hari sudah gelap.
Saat tiba di hutan, Jakson menghentikan kendaraan.
Karena itu, lanjut Melati, dirinya turun dari sepeda motor tersebut.
Saat itu Jakson lantas memperlakukannya secara tidak senonoh.
Jakson menganiyanya kemudian secara paksa membuka celana yang dikenakannya.
Setelah pakaiannya dibuka paksa, tutur Melati, pelaku lantas membuangnya kemudian berusaha memperkosa dirinya.
Pada saat itulah ia berusaha melawan hingga akhirnya ia lari dari dalam hutan menuju jalan raya.


Saat tiba di pinggir jalan, lanjut dia, ia sempat meminta tolong.
Namun beberapa pengendara sepeda motor tidak menolongnya hingga akhirnya datang tukang ojek, Kristo Doni Kopong datang membantu.
"Waktu saya naik motor (sepeda motor) itu, saya tidak pakai pakaian (celana). Tapi saya nekad saja, karena saya takut," ujar Melati berlinang air mata.
Dari tempat kejadian perkara itulah dirinya menumpang sepeda motor hingga di kantor polisi.
Sepanjang jalan korban dalam keadaan setengah telanjang.
Korban hanya mengenakan baju.
Hal itu dibenarkan penyidik Polres Lembata.
"Benar, saat tiba di kantor polisi, korban hanya mengenakan baju. Saat itu, polisi langsung menutupi tubuh korban dengan jaket," ujar seorang saksi mata yang tak mau dituliskan namanya.(frans krowin)

Sumber : tribun-timur.com
thumbnail

On April 09, 2017 with No comments

MD (17) menangis nangis setelah dirudapaksa tiga pria di warung tempatnya berjualan.
Tiga pelaku pemerkosaan itu lalu pergi meninggalkan MD seorang diri dalam keadaan lemas.
Peristiwa yang menimpa MD terjadi, Kamis (6/4/2017) pukul 14.00 Wita.
Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gerokgak.
Remaja yang bekerja sebagai pelayan toko ini menjadi korban keganasan nafsu Junaidi, Rizal, dan Hilal.
MD diperkosa secara bergilirian di toko tempatnya bekerja, di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokga, Buleleng, Bali.
Kapolsek Gerokgak, Kompol Gusti Alit Putra mengatakan, para tersangka melakukan aksi bejat itu dengan modus berpura-pura membeli kopi di tempat korban bekerja.
Tiga pelaku memanfaatkan kesempatan menggarap korban saat suasana toko sore itu sedang sepi.
Menerima pesanan pelaku, MD menuju dapur untuk mencuci gelas yang selanjutnya akan diisi dengan minuman kopi pesanan tersebut.
Kesempatan itu langsung digunakan oleh Junaidi, Rizal, dan Hilal untuk melampiaskan nafsu bejatnya.
Mereka mendatangi korban ke dalam dapur yang terletak tepat di belakang toko.
Mulut MD dibekap, celananya dibuka paksa hingga robek.
Perempuan malang itu berontak.
Hingga kaki dan tangannya kemudian dipegang dengan erat oleh Rizal dan Ilham.
Dengan beringasnya ketiga pria itu memperkosa MD secara bergeliliran.
Setelah puas, mereka meninggalkan korban.
Polisi berhasil mengamankan para pelaku.
Mereka telah diamankan di Polsek Gerokgak.
Sementara Hilal sedang diamankan di Pos Polisi Desa Pejarakan (Goris).
“Semua sudah berhasil kami amankan. Salah satu pelaku hampir kabur ke Jawa. Untuk sementara infonya segitu dulu. Kami masih melakukan mengembagi kasusnya. Nanti saya kabari lagi,” tandasnya.
Sulut Emosi Warga
Peristiwa tersebut mengut mengundang amarah warga sekitar.
Massa tampak memadati Pos Polisi Desa Pejarakan untuk memburu pelaku.
Sementara korban masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Desa Pejarakan.
Berdasarkan informasi di lapangan, korban dan salah satu pelaku sudah saling kenal.
Pelaku tersebut sempat menyambangi rumah korban.
Pelaku kembali mendatangi korban di tempat kerjanya dengan mengajak ke dua temannya.
Pelaku yang diduga sebagai otak kejahatan itu mengajak ke dua temannya untuk memperkosa korban.
Namun kebenaran kabar ini masih belum bisa dipastikan oleh Kapolsek Gerokgak, Kompol Gusti Alit Putra.
“Dari hasil interogasi, belum ada pengakuan seperti itu,” kata dia.(*)
Sumber:tribunnews.com
thumbnail

On April 09, 2017 with No comments


Pembunuhan tragis kembali terjadi di Medan. Kali ini, satu keluarga berjumlah 5 orang tewas dibantai di dalam rumah di Jalan ‎Jalan Bakaran Batu, Lingk. 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (9/4) pukul 09.00 WIB.

Para korban yang tewas adalah, Irianto (40), istrinya, Yani (35), kedua anak, Naya (14) ‎dan Gilang Raksono (10) serta, mertua, Marni (60) dengan kondisi bersimbah darah di dalam rumah.

Informasi diperoleh menyebutkan, sebelumnya tetang korban, Nek Serimpi curiga melihat rumah korban tak terbuka dan tidak ada yang keluar rumah, lantas, Nek Serimpi mendatangi rumah korban.

Ketika masuk ke rumah yang diperkirakan 7X10 meter kondisi pintu tidak terkunci. Alangkah terkejutnya Nek Serimpi melihat penghuni rumah telah terkapar tewas bersimbah darah.

Peristiwa itu langsung diberitahukan kepada para tetangga, suasana di lokais heboh. Para tetangga bersama kepling tempat mendatangi rumah itu, salah satu anak korban, ‎Kinara (4) hanya mengalami luka dibagian kepala dibawa ke RSU Mitra Medika.
Sementara itu, para korban yang tewas langsung diberitahukan kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polres Pelabuhan Belawan dipimpin langsung Kapolres, AKBP Yemi Mandagi datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Suasana di lokasi ramai dipadati warga yang heboh dengan peristiwa pembunuhan satu keluarga tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum bisa dimintai keterangan.
Kepling setempat, Setiawan Budiono mengatakan, dirinya menerima informasi dari warga, selama ini korban tidak pernah punya masalah di lingkungan ataupun dengan orang lain.

“Selama ini si Irianto bagus bergaul, jadi kami bingung apa motif ini, yang jelas kami tak menyangka bisa dibunuh satu keluarganya,” kata Setiawan di lokasi.



Susi, bibi dari Yanti yang menjadi satu dari lima korban tewas, mengatakan pelaku pembunuhan yang menghabisi nyawa satu keluarga dan membawa kabur motor milik korban.

"Kemanakan saya ini punya motor Honda Vario warna putih. Menurut informasi, motor punya kemanakan saya dibawa kabur sama pelaku," kata Susi terisak-isak di lokasi kejadian, Minggu (9/4/2017).

Susi mengatakan, lemari di kamar korban sempat diacak-acak. Namun, katanya, harta benda berupa emas tidak ada yang dibawa kabur.

"Gelang emas dan beberapa perhiasan masih utuh. Hanya sepeda motornya saja yang dibawa kabur pelaku," ungkap Susi.

 Belum diketahui dengan pasti motif pembunuhan ini, namun disebut-sebut, pembunuhan ini berlatar dendam.

Diduga, pelaku kenal dengan korbannya.

thumbnail

On April 04, 2017 with No comments

Hasil gambar untuk anak sma diperkosa
Seorang pria berusia 29 tega memerkosa adik iparnya sendiri yang masih di bawah umur hingga delapan kali.
Ironisnya, korban yang baru mengenyam pendidikan di bangku SMP itu harus berbadan dua.
Perbuatan bejat itu dilakukan pelaku sudah berlangsung cukup lama, tepatnya sejak Oktober 2016.
Korban dinodai pelaku, baik saat berada di rumah hingga di setiap ada kesempatan.
Dalam setiap aksinya, pelaku melontarkan ancaman mencekik leher korban.
“Terungkapnya kasus ini setelah korban diketahui hamil empat bulan. Kini pelaku juga sudah kami amankan,” kata Kapolsek Cempaga Iptu Harno, kemarin.

foto ilustrasi via konfrontasi
Pelaku diringkus petugas setelah pihak keluarga korban melapor.
Polisi tidak berlama-lama dengan langsung menjemput pelaku yang saat itu sedang berada di rumahnya.
Pihaknya juga sudah memanggil beberapa saki baik korban, keluarga korban hingga melakukan olah TKP.
“Kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pelaku. Selain melakukan pemerkosaan pelaku juga melakukan pengancaman terhadap korban,” pungkasnya.

sumber:suarahati.net
thumbnail

On April 03, 2017 with No comments


Bak pepatah habis jatuh tertimpa tangga. Itulah yang terjadi pada seorang begal motor di Muara Enim Sumatera Selatan. Kasus begal motor memang sudah menjadi kerisauan warga hingga akhirnya kesabaran wargapun tak terbendung hingga main hakim sendiri. 
 
Begal motor yang awalnya sudah berhasil menggondol sebuah motor Honda Beat dari tangan korbannya harus mengalami nasib apes karena motor yang dikendarainya mogok. Motor Yamaha Vixion tersebut akhirnya pun dibakar oleh warga. Tak berhenti hanya disitu saja, Warga juga sampai hati memotong tangan salah seorang begal hingga putus. 
 
Menurut laporan dari pihak kepolisian, salah satu begal yang berhasil ditangkap warga kemudian dipotong tangan kanannya hingga putus itu merupakan warga Desa Tanjung, Tiga Kecamatan, Rantau Bayur, Kabupaten Musi Banyuasin. Untunglah polisi dari Reskrim Polsek Lebak langsung tanggap setelah mendapati laporan begal dan penghakiman oleh massa. 
 
Salah satu begal berhasil lolos sementara satu begal lagi dalam kondisi terluka karena tangan kanannya putus dipotong oleh warga.
 
Ternyata salah satu begal yang berhasil lolos pun tak bisa memetik hasil kejahatannya membegal orang lain. Pasalnya motor Honda Beat yang sudah berhasil dibawanya ternyata mengalami pecah ban dan ditinggalkan begitu saja tak jauh dari TKP. Hingga kini motor dengan nomor polisi BG 4075 DAA diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti.
 
Tindakan main hakim sendiri pada tahun lalu sempat terjadi pula di daerah Tangerang. Saat itu memang sedang marak kejahatan begal yang merampas motor saat tengah malam. Para begal-begal itu seolah tak kehabisan akal meskipun beberapa ada yang habis dipukuli hingga babak belur hingga meninggal dunia karena dibakar oleh massa yang beringas karena geram dengan kejahatan begal yang merajalela dan selalu melukai korbannya tanpa rasa iba.
 
Sumber: sindonews.com, pojoksatu.id, lintasterkini.com